Pada suatu hari, ada seorang tukang bakso yang sedang berjualan di pinggir jalan.
Dia baru saja selesai menuangkan kuah bakso ke dalam mangkuk-mangkuk bakso, ketika tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menghampirinya.
“Bang, boleh minta baksonya satu?” tanya anak itu.
“Boleh, nak. Berapa porsi?” jawab si tukang bakso.
“Satu porsi aja, bang,” kata anak itu.
Si tukang bakso pun mengambil satu mangkuk bakso dan memberikannya kepada anak itu.
“Ini, nak. Sepuluh ribu rupiah,” kata si tukang bakso.
Anak itu pun mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah dari sakunya dan memberikannya kepada si tukang bakso.
“Terima kasih, bang,” kata anak itu.
Anak itu pun berjalan pergi sambil membawa mangkuk baksonya.
Sesaat kemudian, si tukang bakso melihat anak itu kembali menghampirinya.
“Bang, boleh minta tambah kuah?” tanya anak itu.
Si tukang bakso pun tertawa.
“Tambah kuah? Kok yang tadi belum habis?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Soalnya kuahnya masih dikit,” jawab anak itu.
Si tukang bakso pun kembali tertawa.
“Ya sudah, nak. Aku tambahin kuahnya,” kata si tukang bakso.
Si tukang bakso pun mengambil mangkuk bakso anak itu dan menuangkan kuah bakso lagi.
“Ini, nak. Sudah lebih banyak kuahnya, kan?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Terima kasih,” kata anak itu.
Anak itu pun kembali berjalan pergi sambil membawa mangkuk baksonya.
Sesaat kemudian, si tukang bakso melihat anak itu kembali menghampirinya.
“Bang, boleh minta tambah mie?” tanya anak itu.
Si tukang bakso pun kembali tertawa.
“Tambah mi? Kok yang tadi belum habis?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Soalnya mienya masih dikit,” jawab anak itu.
Si tukang bakso pun kembali tertawa.
“Ya sudah, nak. Aku tambahin mienya,” kata si tukang bakso.
Si tukang bakso pun mengambil mangkuk bakso anak itu dan menuangkan mie lagi.
“Ini, nak. Sudah lebih banyak mienya, kan?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Terima kasih,” kata anak itu.
Anak itu pun kembali berjalan pergi sambil membawa mangkuk baksonya.
Sesaat kemudian, si tukang bakso melihat anak itu kembali menghampirinya.
“Bang, boleh minta tambah daging?” tanya anak itu.
Si tukang bakso pun kembali tertawa.
“Tambah daging? Kok yang tadi belum habis?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Soalnya dagingnya masih dikit,” jawab anak itu.
Si tukang bakso pun kembali tertawa.
“Ya sudah, nak. Aku tambahin dagingnya,” kata si tukang bakso.
Si tukang bakso pun mengambil mangkuk bakso anak itu dan menuangkan daging lagi.
“Ini, nak. Sudah lebih banyak dagingnya, kan?” tanya si tukang bakso.
“Iya, bang. Terima kasih,” kata anak itu.
Anak itu pun kembali berjalan pergi sambil membawa mangkuk baksonya.
Si tukang bakso pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia tidak menyangka ada anak kecil yang begitu polos dan lucu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar